05/11/18

Pengertian Referensi, Jenis dan Contohnya Lengkap

Referensi - Apa itu referensi? apakah referensi itu sama dengan sumber? Nah sebelum menjawab pertanyaan tersebut alangkah baiknya kita harus memahami definisi dari referensi. Banyak orang yang tidak mengetahui apa itu referensi sehingga banyak yang tidak tahu tujuan yang ada. Hal inilah yang menyebabkan plagiarisme terjadi di mana-mana. Langsung saja kita bahas satu persatu dari pengertian, jenis dan contohnya.

Pengertian Referensi

Pengertian Referensi
Pengertian Referensi
Referensi adalah kata yang berasal dari inggris "Reference" yang merupakan kata kerja to refer/pengganti yang dengan kata lain rujukan atau menunjukan kepada. Referensi adalah rujukan mengenai informasi yang di pakai penulis atau pustakawan untuk menolong mendapatkan informasi yang menurut sumbernya.

Biasanya di dalam perpustakaan kitab buku referensi di kumpulkan tersendiri dan di sebut sebagai "koleksi referensi",sedangkan guna ruang penyimpanannya di sebut "ruang referensi". Biasanya di perpustakaan mesti tidak jarang kali tersedia kitab buku referensi sehingga mempermudah pengunjung  guna menggunakannya masing-masing di perlukan.

Pada lazimnya koleksi perpustakaan ditinjau dari isinya terdiri dari dua jenis, yakni koleksi sirkulasi (buku teks yang biasa dipinjamkan) dan koleksi referensi (koleksi rujukan).

Memahami  masing-masing faedah dari jenis koleksi tersebut supaya dalam menggali informasi di perpustakaan berlangsung efektif dan efisien.

Koleksi sirkulasi (buku teks) lazimnya adalah buku-buku ajar dimana masing-masing babnya adalahsatu kesatuan yang saling bersangkutan pokok bahasannya. Sehingga dalam pemanfaatannya seringkali harus dibaca secara keseluruhan. Berbeda dengan koleksi referensi, koleksi ini adalah koleksi yang menyerahkan penjelasan mengenai informasi tertentu. Informasi ini mempunyai sifat menyeluruh dalam lingkupnya; uraiannya padat, kegunaannya memudahkan penemuan informasi dengan cepat, tepat dan benar. Koleksi ini dibentuk dengan sistem tertentu: sistem alfabetis (kamus, ensiklopedi), sistem kronologis (ikhtisar), sistem tabel (statistik), sistem wialayah (atlas, peta), sistem golongan-golongan (bibliografi, handbook, almanak)

Tujuan Pembuatan Referensi

1. Rujukan guna informasi yang lebih kompleks
2. Untuk menghindari plagiarisme
3. Untuk menghargai karya seseorang
4. Memudahkan semua pembaca menggali sumber yang sebenarnya

Berikut pengelompok kan koleksi referensi yang menurut sifat informasinya:
1. Jenis bahan rujukan umum yang memuat informasi tentang sumber kepustakaan (literature).
2. Jenis bahan rujukan umum lainnya, tergolong dalam kumpulan ini ialah buku tuntunan atau    pegangan, sumber biografi, sumber geografi dan direktori, statistic, kitab tahunan, terbitan pemerintah dan badan-badan internasional, serta terbitan lainnya.
3. Jenis bahan rujukan umum yang memuat informasi tentang kata dan istilah 

Contoh referensi:
-Ethana, Faqih. (2001). Belajar referensi bersama. Gadjah Mada University (INA): Erlangga
-Noverlis, Aizizha. 2008, Cara Mencintai Pria yang Baik, Pusat Pembelajaran Remaja, Purwokerto.

Jenis Jenis Referensi

Jenis-jenis Referensi
Jenis-jenis Referensi
Terdapat 3 jenis referensi yang ada dalam penulisan karya ilmiah:

1.Kutipan

Kutipan adalah salinan kalimat, paragraf, atau pendapat dari seorang penulis atau perkataan orang terkenal sebab keahliannya, baik yang ada dalam buku, jurnal, maupun terbitan lain.

Kutipan bermanfaat untuk menegaskan isi uraian, memperkuat pembuktian, dan mengungkapkan kejujuran pemakaian referensi.

Sedangkan, kutipan dibagi lagi menjadi 2 jenis antara lain:

- Kutipan Langsung

Kutipan langsung ialah salinan yang serupa sama dengan sumbernya atau duplikat tanpa perubahan. Penulisannya disertai data buku sumber yang dikutip.

Kutipan langsung:
1. kutipan langsung > (lebih dari) lima baris ditulis terpisah dari teks dengan spasi rapat.
2. kutipan langsung tidak cukup dari lima baris ditulis berintegrasi ke dalam teks.

Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung ialah menyadur atau mengambil gagasan dari sebuah sumber dan menyebutkannya sendiri dengan kalimat atau bahasa sendiri. Penulisan disertai data buku yang dikutip. Kutipan tidak langsung yaitu IKHTISAR dan RINGKASAN.

2.Catatan Kaki

Catatan kaki ialah keterangan yang disematkan pada margin bawah pada halaman buku.

Fungsi daftar kaki

-Memudahkan pembedaan data buku dan penjelasan tambahan
-Menunjukan kualitas ilmiah
-Menunjukan kecermatan
-Mencegah duplikasi penulisan data pustaka.
-Menunjukan penilaian pemakaian sumber data

Cara penulisan daftar kaki

-Catatan kaki diceraikan dari naskah halaman yang sama dengan jarak tiga spasi.
-Nama penulis ditulis tanpa dibalik urutannya/ cocok dengan nama penulis yang tertulis pada buku.
-Jika nama penulis tertulis menyeluruh dengan gelar akademik, pada daftar kaki mesti ditulis gelar tersebut.

Contoh:
¹Yopik, Mengikat Perempuan,(Sleman: Mizar, 2001), hlm.110-230.

3.Bibliografi

Berdasarkan keterangan dari Gorys Keraf (1997: 213) yang dimaksud dengan bibliografi atau susunan kepustakaan ialah sebuah susunan yang mengandung judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang memiliki pertalian dengan suatu karangan atau beberapa dan karangan yang tengah digarap.

Manfaat Bibliografi

1.Untuk memahami keterangan-keterangan yang menyeluruh dari daftar kaki.
2.Bibliografi bisa memberikan pemaparan yang urgen tentang buku.
3.Bibliografi bermanfaat sebagai pelengkap dari daftar kaki.

Unsur Bibliografi

1.Nama pengarang, yang dilansir secara   lengkap.
2.Judul Buku, tergolong judul tambahannya.
3.Data publikasi: penerbit, lokasi terbit, tahun terbit, cetakan ke-berapa, nomor jilid, dan tebal (jumlah    halaman) kitab tersebut.
4.Bagi sebuah tulisan diperlukan pula judul tulisan yang bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor dan tahun.

Macam-macam Bibliografi

-Buku-buku dasar: kitab yang dipergunakan sebagai bahan orientasi umum tentang pokok yang dikerjakan itu.
- Buku-buku eksklusif : yakni buku-buku yang digunakan oleh pengarang untuk menggali bahan-bahan yang langsung bertalian dengan pokok permasalahan yang digarap.
- Buku-buku pelengkap : buku-buku yang topiknya beda dari topik yang dikerjakan penulis.

Cara Penyusunan Bibliografi

1. Penyusunan bibliografi teknik kesatu:
a) nama pengarang
b) -judul buku
-judul artikel, nama jurnal vol.No./majalah/surat kabar
-judul esai, nama kitab kumpulan esai
-judul karangan/ keterangan kata, nama   ensiklopedia, koma,
c) nama kota, titik dua
d) nama penerbit
e) tahun terbit
f) urut huruf nama pengarang. 

Contoh:
Ethana, Faqih, Pengembangan Ilmu Logika, Purwokerto: Lala Terbit, 2017.

2.  Penyusunan bibliografi teknik kedua:
    a). nama penulis dibalik/dari belakang ke depan, titik,
    b). tahun penerbitan, titik,
    c). judul buku
        - judul artikel, nama jurnal vol. No./majalah/surat kabar
        - judul esai, nama kitab kumpulan esai
        - judul karangan/ keterangan kata, nama
           ensiklopedia, titik,
     d). nama kota, titik dua,
     e). nama penerbit, titik,
     f). urut huruf nama pengarang. 

Contoh:
Prabandari, Pamela. 2017.Tips Masuk Kedinasan. Bandung: Pustaka Lala

Teknik Penulisan Bibliografi

1. Bedakan sumber referensi yang berasal dari kitab dengan majalah dan surat kabar.

2. Mengingat dunia internet ketika ini juga menawarkan pelbagai hasil riset yang dengan gampang dapat diakses, peneliti bisa memanfaatkan sumber-sumber itu sebagai bahan referensi penelitiannya.

3. Khusus guna sumber referensi dari internet, ketika ini disepakati bahwa tata teknik penulisannya sebagai bibliografi diperlakukan laksana layaknya suatu artikel.


Demikian artikel lengkap mengenai pengertian dan contoh Referensi. Semoga artikel tersebut dapat bermanfaat bagi kalian semua. Mohon maaf apabila masih terdapat banyak kesalahan.
Disqus Comments