06/11/18

Fisioterapi : Pengertian dan 7 Macam Dibahas Lengkap

Fisioterapi (Physiotherapy) - Banyak orang yang tidak tahu mengenai pengertian dari fisioterapi itu sendiri. Nah, pada artikel kali ini saya akan mencoba membahas secara lengkap definisi mengenai fisioterapi. Selain itu juga akan dijelaskan macam-macamnya ataupun jenis-jenisnya.

PENGERTIAN FISIOTERAPI 

Pengertian Fisioterapi
Pengertian Fisioterapi
Fisioterapi merupakan format pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada pribadi maupun kumpulan untuk mengembangkan, merawat dan mencairkan gerak dan faedah tubuh sepanjang daur kehidupan dengan memakai penanganan secara manual, penambahan gerak, perlengkapan ( fisik, elektroterapeutis dan mekanis ), pelatihan fungsi, komunikasi.

Pengertian Fisioterapis

FISIOTERAPIS ialah seseorang yang sudah lulus edukasi formal fisioterapi dan kepadanya diserahkan kewenangan tertulis untuk mengerjakan tindakan fisioterapi atas dasar keilmuan dan kompetensi yang dimilikinya cocok dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 

Pengertian Ilmu Fisioterapi

ILMU FISIOTERAPI ialah sintesa ilmu biofisika, kesehatan, dan ilmu-ilmu beda yang memiliki hubungan dengan upaya fisioterapi pada dimensi promosi, pencegahan, intervensi, dan pemulihan gangguan gerak dan faedah serta pemakaian sumber fisis guna penyembuhan seperti contohnya latihan, tehnik manipulasi, dingin, panas serta modalitas elektroterapeutik.

FISIOTERAPI & STROKE
Saat ini stroke adalahsalah satu penyebab utama kematian dan kecacatan.
Fisioterapi memiliki peran utama dalam Rehabilitasi orang – orang yang menderita stroke, yakni menolong mereka untuk membalikkan fungsi jasmani seoptimal mungkin.

Pengertian STROKE
Otak di suplai oleh sejumlah pembuluh darah utama. Pembuluh darah ini menjadi tersumbat atau pendarahan, menyebabkan area jaringan otk menjadi rusak. Bentuk berikut yang di namakan stroke.

MASALAH YANG TERJADI JIKA TERKENA STROKE
Berbagai persoalan dapat terjadi tergantung pada bagian benak mana yang terkena, dan seberapa beratnya lokasi yang rusak. Beberapa masalah yang umum yang timbul ialah :
Berkurangnya kontrol gerakan dan atau hilangnya rasa sejumlah bagian anggota tubuh.
Kesulitan berjalan
Gangguan keseimbangan
Mempunyai masalah penglihatan
Mempunyai masalah berkata dan atau memahami pembicaraan
Kebingungan, kenangan yang jelek
Gangguan / kendala menelan
Menurunnya keterampilan kontrol emosi

Pengertian Fisioterapi
Pengertian Fisioterapi


FAKTOR UTAMA TERJADINYA STROKE
Satu atau sejumlah faktor berikut menambah resiko stroke :
• Tekanan darah yang tinggi
• Pengerasan atau pendangkalan pembuluh darah arteri, urusan ini terjadi melewati periode masa-masa yang lumayan panjang dampak dari timbunan lemak
• Penyakit jantung
• Stres
• Perokok
• Kelebihan berat badan

TANDA TERKENA STROKE
Kadang – kadang satu atau sejumlah masalah diatas timbul dampak adanya stroke barangkali terjadi dalam periode masa-masa yang pendek. Ini dinamakan TIA (Transient Ischemik Attact), bila urusan ini terjadi Anda mesti segera berkonsultasi ke dokter. 

CARA MENGURANGI RESIKO TERKENA STROKE
Check up medis secara teratur
Minum obat teratur cocok anjuran dokter
Menghentikan merokok
Diet yang seimbang
Latihan / olah raga secara teratur
Berat badan yang ideal

BAGAIMANA FISIOTERAPI DAPAT MEMBANTU

Bagaimana fisioterapi menyerahkan memberikan latihan
Sebelum mengawali fisioterapi akan mengerjakan assessmen mengenai kendala gerak yang disebabkan oleh situasi stroke. Dengan re¬eduation yang didasarkan pola gerak nomal fisioterapi bakal melatih kegiatan fungsionalnya laksana berjalan dan memakai sisi yang merasakan kelemahan. Fisioterapi akan memakai berbagi cara atau tehnik latihan.
A. pelajaran ke berdiri dari posisi duduk.
B. Latihan berjalan
C. Latihan lengan

INTERVENSI AWAL
Penangana oleh fisioterapi seawall barangkali sangat urgen untuk menolong proses pemulihan stroke. Terkadang proses pemulihan dampak stroke terjadi dalam masa-masa tiga bulan kesatu ssetealah stroke, perbaikan fungsional bakal berjalan terus hingga beerapa tahun. Pemberian program fisioterapi yang berkelanjutan bakal memaksimalkan level pencapian pemulihan.

KEADAAN UMUM
Kebanyakan orang orang yang terpapar stroke akan memulai penatalaksanaan di lokasi tinggal sakit, selanjutnya bakal datang secara rawat jalan, atau mengundang fisioterapi untuk mengerjakan program pelajaran di rumah.

MACAM-MACAM FISIOTERAPI

Macam-macam Fisioterapi
Macam-macam Fisioterapi

 

1. Exercise Therapy atau Terapi Latihan

Terapi ini dimaksudkan guna mengembalikan faedah sekaligus memberi penguatan dan pemeliharaan gerak supaya bisa pulang normal atau minimal mendekati situasi normal. Kepada anak, akan diserahkan latihan memegang maupun menggerakkan tangan dan kakinya. Setelah mampu, bakal dilanjutkan dengan pelajaran mobilisasi, dibuka dengan berdiri, melangkah, berjalan, lari kecil, dan seterusnya.
Pada permasalahan patah kaki, contohnya, akan dilaksanakan fisioterapi secara bertahap, kapan si anak mesti tidak banyak menapak sampai dapat menapak penuh.
Latihan-latihan yang diserahkan bertujuan menjaga kekuatan otot-otot dan keterampilan fungsionalnya dengan menjaga sendi-sendinya supaya tak menjadi kaku. Hal ini perlu dilaksanakan karena kaki patah yang dipasangi gips lazimnya akan merasakan pengecilan otot, sampai-sampai kekuatannya juga berkurang. Lewat terapi yang dilaksanakan sambil bermain bakal kelihatan unsur mana yang merasakan penurunan fungsi.

2. Heating Therapy atau Terapi Pemanasan

Sesuai dengan namanya, terapi ini memanfaatkan kekuatan panas yang seringkali digunakan pada kelainan kulit, otot, maupun jaringan tubuh unsur dalam lainnya. Penggunaannya pasti saja dicocokkan dengan tingkat keluhan. Bila melulu sampai di unsur kulit, maka pemanasannya pun melulu diperuntukkan untuk kulit saja dengan memakai Infra Red Radiation (IRR) atau radiasi infra merah. Bila gangguan terjadi pada otot, digunakanlah micro diathermy atau diatermi mikro. Sementara, andai gangguan hadir di unsur terdalam laksana rangka tubuh, maka yang digunakan ialah short wave diathermy atau diatermi gelombang pendek. Intinya, jenis terapi yang dilaksanakan akan dicocokkan dengan hasil diagnosis.
Terapi pemanasan seringkali diberikan bersamaan dengan jenis terapi lain. Seperti pada terapi inhalasi guna anak-anak dengan masalah lendir pada drainase napas; pada nyeri otot maupun sendi. Bila digabungkan  dengan format pengobatan lain pasti lebih menguntungkan karena takaran obat yang mesti diminum anak jadi lebih kecil untuk mengurangi efek negatifnya.

3. Electrical Stimulations Therapy atau Terapi Stimulasi Listrik

Terapi yang memakai aliran listrik bertenaga kecil ini sesuai diterapkan pada anak yang menderita kekurangan otot dampak patah tulang ataupun kehancuran saraf otot. Cara pemakaiannya, dengan menempelkan aliran listrik pada otot-otot untuk menanggulangi rasa nyeri. Terapi ini bertujuan untuk menjaga massa otot dan secara tidak langsung memicu regenerasi saraf.
Pada pasien anak yang menderita gangguan pernapasan, terapi ini pun dapat digunakan guna pengobatan. Efeknya, sirkulasi darah di rongga dada dan drainase pernapasan menjadi lebih lancar, sampai-sampai dapat menolong relaksasi serta menolong mengeluarkan lendir dari drainase pernapasan, sampai-sampai akan mempercepat proses penyembuhan.

4. Cold Therapy atau Terapi Dingin

Terapi dingin seringkali diberikan bila cedera anak masih akut sampai-sampai proses peradangan tidak menjadi kronis. Terapi ini umumnya melulu diperuntukkan untuk otot saja, biasanya dampak terjatuh dan merasakan memar. Nah, terapi dingin ini pun bermanfaat mengurangi bengkak. Itulah kenapa, saat anak terjatuh dan unsur tubuhnya terdapat yang benjol, orang tua tidak jarang mengompresnya dengan air dingin. Namun terapi dingin mesti dengan pemantauan ketat karena bila fase akutnya telah lewat, namun masih terus diberi terapi, malah dapat merusak jaringan.

5. Chest Physiotherapy atau Terapi Bagian Dada

Anak dengan keluhan batuk-pilek seringkali mendapat chest physiotherapy yang berfungsi membersihkan drainase pernapasan dan membetulkan pertukaran udara. Yang tergolong dalam fisioterapi ini di antaranya inhalasi/nebulizer, clapping, vibrasi dan postural drainage.
Inhalasi yakni memasukkan obat-obatan ke dalam drainase pernapasan melewati penghirupan. Jadi, partikel obat dibagi terlebih dulu dalam suatu alat yang dinamakan nebulizeer sampai menjadi molekul-molekul berbentuk uap. Uap berikut yang kemudian dicium anak, sampai obat bakal langsung masuk ke drainase pernapasan. Keuntungan teknik ini, takaran obat jauh lebih kecil, sampai dapat meminimalisir efek samping obat.

Obat-obat inhalasi yang umum diberikan ialah obat guna melonggarkan drainase napas, pengencer dahak, dan NaCl sebagai pelembab drainase napas. Sedangkan lamanya masing-masing inhalasi lumayan sekitar 10 menit. Tindakan lanjut untuk menolong pengeluaran lendirnya, antara beda clapping atau tepukan pada dada dan punggung. Bisa di sisi kanan, kiri, depan dada. Tepukan dilaksanakan secara kontinyu dan ritmik. Sertai pula dengan penataan posisi anak (postural drainage), seperti anak ditengkurapkan dengan posisi kepala lebih rendah dari badan, sampai lendir itu dapat mengalir ke cabang pernapasan utama sekaligus lebih gampang untuk dibatukkan. Ini bakal menguntungkan karena seringkali anak tak dapat meludah, sampai lendir yang menyumbat drainase pernapasan susah dikeluarkan.
Khusus pada bayi atau anak di bawah umur 2 tahun, bila perlu, kerjakan tindakan suction atau penyedotan lendir dengan alat eksklusif lewat hidung atau mulut. Bisanya perbuatan ini dilaksanakan pada bayi dimana refleks batuknya belum lumayan kuat untuk menerbitkan lendir.

6. Hydro Therapy atau Aquatik Therapy

Terapi dengan air berguna untuk anak-anak yang merasakan gangguan, khususnya gangguan gerak dampak spastisitas, contoh pada anak CP (Cerebral Palsy). Sedangkan pada anak yang terlambat berjalan, pasti saja sebelum diterapi mereka bakal dievaluasi dulu baik dari usia, tingkat kemampuan, maupun tingkat kendala yang dialami. Untuk dapat berjalan, anak pasti saja mesti melalui sekian banyak  tahapan yang dibuka dengan tengkurap, duduk, merangkak hingga berdiri. Biasanya anak tidak bakal langsung diajarkan berlangsung bila etape sebelumnya belum dapat ia lakukan.
Pada anak yang mengalami kendala bergerak sebab spastisitas/kekakuan, saat di air, lazimnya dia bakal lebih gampang bergerak. Dengan demikian diinginkan spastisitas anak bakal berkurang menilik adanya pertolongan berupa desakan air yang sifatnya dapat melenturkan gerak tubuh. Meskipun tidak seluruh anak dengan gangguan itu dapat diserahkan hidro terapi air, namun terapi ini dapat dijadikan sebagai di antara alternatif.

7. Orthopedhic dan Rheumathoid Arthritis

Sebetulnya fisioterapi ortopedik ini dilaksanakan untuk menanggulangi gangguan tulang dan otot dampak patah tulang, post fracture (retak), artritis sendi, keseleo, atau terkilir. Umumnya ditujukan guna kalangan dewasa sebab kasusnya jarang sekali terjadi pada anak.

Pada bayi, terapi ortopedik ini akan digunakan jika ia merasakan proses pemendekan otot leher (lehernya jadi miring) dampak pembengkakan otot leher yang menciptakan ototnya tertarik ke satu arah. Fiosioterapi ini dilaksanakan dalam format latihan-latihan gerakan, pijat, dan peregangan. Bisa pun dibarengi dengan ultrasound (gelombang suara berfrekuensi lebih tinggi dari yang bisa didengar manusia) dan pemanasan untuk mencungkil perlengketan/gumpalan di leher. Fisioterapi ini dapat diterapkan semenjak bayi berusia 2 minggu.

Fisioterapi rheumathoid arthritis dilaksanakan pada anak dengan keluhan kaki bengkak atau merasakan gangguan sendi. Untuk meminimalisir rasa nyeri, terapi dingin diserahkan saat akut dan selanjutnya diserahkan terapi panas dengan electrical stimulations therapy. Ini dapat dilakukan pada anak umur 4-5 tahunan, tergantung pada unsur mana terserangnya.  

Demikian artikel mengenai pengertian dan jenis-jenis fisioterapi. Semoga artikel tersebut dapat bermanfaat bagi kalian. Mohon maaf apabila masih terdapat banyak kesalahan.
Disqus Comments